Kamis, 22 April 2010

Cara memandikan jenazah dan permasalahan-permasalahan dalam memandikanya

Cara memandikan jenazah dan permasalahan-permasalahan dalam memandikannya

Cara Menyalatkan mayat:

Solat jenazah dilaksanakan tanpa rukuk dan sujud ,juga tanpa ikomah.jenazah yang di solati haruslah islam. Apabila ada orang yang telah terbukti murtad sehingga menjadi kafir ,maka kita tidak boleh mensolati.

Syarat-syarat mengerjakan solat jenazah ialah :

a). Jenazah sudah dimandikan dan di kafani;
b). Letak jenazahdi sebelah kiblat didepan yg mensolati; serta
c). Suci dari hadas dan najis baik pakaian,dan tempat.
Rukun-rukun solat jenazah:

a). Niat :
ussolli alaa haadzihil mayiti arba’a takbirootin fardhol kifaayati (makmuman / imamman) lillahi ta’alla (aku niat shoolat atas mayat ini 4 takbir fardhu kifayah karna allah ta’alla).
Untuk jenazah perempuan disholat kan di bagian pusar, sedangkan jenazah laki-laki di sholatkan di bagian kepala.

b).setelah niat , di lanjutkan takbiratull ihrom : allahu akbar.
Lalu membaca surah al-fatihah . kemudian di sambung dgn takbir kedua.

c).usai takbir ke 2membaca selawat nabi atas nabi muhammad saw

d).kemudian takbir ke 3di sambung doa minimal sebagai berikut:
allahuma firlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Apabila yg di solati perempuan ,maka bacaan lahu di ganti dgn laha.jika mayatnya banyak , maka bacaan lahu di ganti dgn lahum.

e). Setelah itu takbir ke 4 di sambung dgn doa minimal:
allahuma latahrimna azrohu walataktimna bak’dahu wa’firlana walahu.

f). Salam

Beberapa sunnah sholat mayat:
Mengankat tangan pada waktu mengucap takbir-takbir tersebut
Israrr (merendahkan suara bacaan)
Membaca a’uzu billah
Berjamma’ah ,hendaknya di jadikan 3 saff atau baris. 1 saff sekurang -kurang nya terdiri atas 2 orang.

Cara memandikan mayit:

Syarat wjib mandi:

(a) mayat beragama islam,

(b)ada tubuhnyan walaupun sedikit

(c) mayat itu bukan mati syahid (atau mati dalam berperang membela agama islam
Jika hendak memandikan jenazah , maka jenazah iyu harus ditutup auratnya jika berumurlebih dari 7 tahun. Yang ditutupi adalah daerah antara pusar hingga lutut. Kemudian ia melepaskan bajunya, dan menutupinya dari pandangan orang lain.
Kemudian wajah sang mayit kita tutup,tidak boleh ada org lain hadir dlm pemandian ini,selain seseorang yg membantu kita dalam pemandianya.
Lalu kita membelitkan kain ke tangan kita untu membersihkan sang mayat dan menggosok kemaluan sang mayat. Setelah itu kta membelitkan sepotong kain ke dua jari untuk membersihkan gigi nya,dan kedua lobang hidungnya,tnpa memasukan air kedalam mulut atau hidung.

Kemudian kita menyiapkan air yg bercampur daun bidara atau bercampur sabun pembersih.dan membasuh sekujur tubuhnya dgn sisa air tadi.jika wanita maka kita mengelabang rmbutnya 3 kali dan kita letakan pda bgian belakang kepala.pda pemandian yg terakhir kita mencmpur airnya dengan kapur baruzz dan daun bidara.

Yang berhak memandikan mayat:

Seorang laki-laki boleh memandikan istrinya, dan seorang istri boleh memandikan suaminya.wanita juga boleh memandikan anak kecil lelaki yg belum berumur 7 tahun dan sebaliknya. Tetapi seorang wanita tidak boleh memandikan lelaki dewasa meski ia mahramnya sendiri, begitu juga kebalikannya

Kepengurusan jenazah diwajibkan atas sanak kerabatnya. adapun biayanya seperti kain kafan,wangi2an ,upah penggalian kubur demikian pula upah orang yg memandikan, maka ini semua di ambil dari harta peribadi sang mayit. Ini lebih didahulukan ketimbang membayar hutang dan membayar tanggungan lainnya.

Jika simayit tidak memiliki harta,maka wajib bagi orang yg di haruskan menafkahinya untk membayar semua biaya di atas .

Cara mengkafani :

Untuk kain kafan kita utamakan dahulu dari harta peribadinya .jenazah seorang laki-laki, dikafani dengan 3 lembar kain putih dari katun atau semisalnya.lalu sebagian kain itu dibentangkan atas bagian yang lain . dan sebelumnya kain2 itu sudah di semprot dengan air,kemudian diasapi dengan semisal kayu gaharu.setelah itu si mayit diletakkan diatas kain tersebut,kita mengambil sedikit harum-haruman lalu di taruh pada kapas dan diletakkan di antara kedua duburnya.kemudian kita mengikatnya dari atas dengan kain yang terbelah ujungnya seperti bentuk celana dalam, kemudian harum-haruman yg masih tersisa kita letakkan pada setiap lubang yang ada pada wajah dan anggota-anggota whudunya.kecuali orang yg meninggal ketika sedang ihram haji/ umrah,ia tidak boleh di beri harum-harumandan jangan pula ditutup kepalanya.

Mati syahid:

mati syahid adalah orang yg terbunuh dalam peperangan melawan orang kafir untuk menjunjung tinggi agama islam.

orang mati syahid itu tidak di mandikan ,tidak di solatkan,dan cukup dikafani dengan pakaiannya yang berlumur darah itu.

Jenis-jenis mati syahid:

  • Syahid dunia dan akhirat. Ini yg di maksud dengan syahid tersebut yg ada di atas.
  • Syahid dunia saja, yaitu orang yang mati dalam peperangan melawan orang kafir,tapi bkan karena untuk menjunjung tinggi agama allah,malainkan karna sebab-sebab yang lain,misalnya ingin mendapat harta rampasan, karna kemegahandan sebagainya.
  • Syahit akhirat saja,yaitu mati teraniaya, mati terkejut misalnya mati kena penyakit kolera, mati tenggelam , mati tertimpa sesuatu , mati kebakaran, atau mati dalam belajar agama allah.
Mengubur


Membawa jenazah ke kubur:

Sesudah mayat di mandikan, di kafani, dan di shalat kan , lalu di bawa ke kubur ,di pikul pada 4 penjuru, berjalan membawa jenazah itu hendaklah dgn segera.

Caranya, sebagian ulama berpendapat bahwa orang yg mengatar kan jenazah itu sebaiknya berjalan lebih dulu dari mayat; sedangkan sebagian ulama yg lain berpendapat sebaiknya orang yg mengantar jenazah itu berjalan di belakang mayat .

Menguburkan mayat:

Hukum menguburkan mayat adalah fardhu kifayah atas yang hidup. Dalam nya kuburan sekurang- kurang kira-kira tidak mencium bau busuk mayat itu dari atas kubur dan tidak dapat di bongkar binatang buas. Lubang kubur di sunah kan memakai lubang lahat kalau tanah perkuburan itu keras ; akan tetapi jika tanah perkuburan tidak keras, mudah runtuh, seperti tanah yg bercampur dengan pasir, maka lebih baik memakai lubang tengah.

Sunah-sunah yg bersangkutan dengan kubur:

ketika memasukan mayat kedalam kubur ,sunnah menutupi bagian atas nya dengan kain atau lainya kalau mayat itu perempuan

  1. kuburan itu sunnah di tinggikan kira-kira sejengkal dari tanah biasa,agar di ketahui.
  2. Kuburan lebih baik di datarkan dari pada di mujungkan.
  3. Menandai kuburan dengan batu atau yg lainya di sebelah kepala.
  4. Menaruh krikil-kerikil di atas kuburan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Selamat Datang di Blog Saya Dimas Adi Pratama